Malam minggu, 18 Januari. Ditengah kemeriahan malam Diklat mahasiswa baru UKM Cinema.
Kamu.
Kamu, iya.
Kamu..
Kamu..
"Selamat pagi" favoritku, hari ini dan semoga terus sampai nanti.
Kamu
Pesulap ajaib yang mampu mengubah mood harian ku dengan sekejap, hanya karena dengan senyum mu yang kadang tak sengaja kau sembunyikan.
Kamu
Penyair hebat. Iya, setidaknya bagiku.
Kalimat manis mu mungkin tak terdengar disetiap telinga, tapi aku selalu berusaha mengerti kata yang kau usaha sampaikan melalui tatapanmu.
Kamu
Sesuatu yang aku tunggu, secepat mungkin. Setidaknya sebelum kopi yang kupesan tak keburu dingin. Selalu segera ingin bertemu.
Kamu
Mimpi terindah, yang membuat siang pun terasa malam agar aku bisa tertidur nyenyak dan bertemu denganmu didalam khayal yang hanya aku dan tuhan yang tahu.
Kamu
Alarm paling cantik dan terawet didunia! Terima kasih untuk setia membangunkan setiap pagi agar aku tak terlambat kuliah. Terima kasih ya!
Kamu
Manager paling disiplin, tak absen mengingatkan untuk tak lupa memakai jaket kalau ingin keluar dengan motor kalau sudah malam, pakai helm, atau mandi sore dan keramas. Ah, kamu sweet sekali.
Kamu
Mimpi terbesar yang ingin sekali ku wujudkan.
Kamu
Semoga terus menjadi kamu. Semoga terus menjadi milikku. Semoga terus seperti ini.
Kamu
Ciptaan tuhan yang aku sayang.
Sabtu, 18 Januari 2014
Selasa, 03 Desember 2013
Only the matter of time
Hi.
Apa kabarmu hari ini? Kau baik? Semoga.
Untuk cerita yang kesekian kali, nyatanya kau tetap menjadi inspirasi terhebat untuk dituliskan. Bukan karena aku terus memikirkan mu, sumpah bukan.
Tapi (mungkin) karena keberadaan mu yang masih lalu lalang didepan pandangan.
Kadang aku masih penasaran, bagaimana kau habiskan harimu setelah tanpa aku? Masih rutin ke bioskop untuk menonton film terbaru? Atau sekedar jalan menikmati malam sambil menyeduh kopi di tempat favorit kita dulu? Hahaha. Sudah tak usah (selalu) diingat!
Jangan - jangan aku rindu dan ingin bertemu? Ehm.. Sepertinya tidak juga. Tapi kalau kau pikir aku ingin sekali menyapamu, kau tak sepenuhnya salah.
Maaf ya cantik, kau tak keberatan kan jika cerita semacam ini aku tuliskan? Aku yakin ini cuma masalah waktu, sampai akhirnya nanti aku menemukan inspirasi dari dia yang baru.
Iya. Nyatanya sampai detik ini aku belum lagi jatuh cinta, setelah saat terakhir aku terjatuh di pandangan sejukmu itu. Belum pernah lagi aku rasakan ingin memiliki seseorang yang menggantikan posisimu. Ah, seperti kataku tadi. Ini cuma masalah waktu.
Tapi, kenapa juga harus terburu-buru?
Jera sudah. Aku tak mau lagi membiarkan hatiku mencintai seseorang yang tak ku impikan untuk menjadi ibu dari anak -anak ku. Sudah bukan waktunya juga menghabiskan setengah pikiran untuk dia yang hanya menjadi teman nonton atau karoke. Serius sekali? Iya. Sudah saatnya se-serius itu. HAHAHAHAHAHA *kemudian teringat kabar skripsi* :(
Jalan ini masih jauh. Waktu muda ini hanya sekali, kemudian pergi dan tak akan pernah ada kembali.
Sudah, nikmati saja dulu hidup kita ini ya..
Kalau memang jodoh, ini juga cuma masalah waktu.
Apa kabarmu hari ini? Kau baik? Semoga.
Untuk cerita yang kesekian kali, nyatanya kau tetap menjadi inspirasi terhebat untuk dituliskan. Bukan karena aku terus memikirkan mu, sumpah bukan.
Tapi (mungkin) karena keberadaan mu yang masih lalu lalang didepan pandangan.
Kadang aku masih penasaran, bagaimana kau habiskan harimu setelah tanpa aku? Masih rutin ke bioskop untuk menonton film terbaru? Atau sekedar jalan menikmati malam sambil menyeduh kopi di tempat favorit kita dulu? Hahaha. Sudah tak usah (selalu) diingat!
Jangan - jangan aku rindu dan ingin bertemu? Ehm.. Sepertinya tidak juga. Tapi kalau kau pikir aku ingin sekali menyapamu, kau tak sepenuhnya salah.
Maaf ya cantik, kau tak keberatan kan jika cerita semacam ini aku tuliskan? Aku yakin ini cuma masalah waktu, sampai akhirnya nanti aku menemukan inspirasi dari dia yang baru.
Iya. Nyatanya sampai detik ini aku belum lagi jatuh cinta, setelah saat terakhir aku terjatuh di pandangan sejukmu itu. Belum pernah lagi aku rasakan ingin memiliki seseorang yang menggantikan posisimu. Ah, seperti kataku tadi. Ini cuma masalah waktu.
Tapi, kenapa juga harus terburu-buru?
Jera sudah. Aku tak mau lagi membiarkan hatiku mencintai seseorang yang tak ku impikan untuk menjadi ibu dari anak -anak ku. Sudah bukan waktunya juga menghabiskan setengah pikiran untuk dia yang hanya menjadi teman nonton atau karoke. Serius sekali? Iya. Sudah saatnya se-serius itu. HAHAHAHAHAHA *kemudian teringat kabar skripsi* :(
Jalan ini masih jauh. Waktu muda ini hanya sekali, kemudian pergi dan tak akan pernah ada kembali.
Sudah, nikmati saja dulu hidup kita ini ya..
Kalau memang jodoh, ini juga cuma masalah waktu.
Minggu, 01 Desember 2013
Hujan
Aroma tanah yang perlahan menyusup terhirup, selalu menjadi bagian favorit saya setelah hujan. Atau irama denting air ketika berlomba jatuh kepelukan bumi, merdu sekali.. Menyulap suasana menjadi sejuk dan nyaman. Iya, seperti kebanyakan orang, saya juga suka hujan. Apalagi kalau hujan dikala malam. Romantis sekali.
Jambi, 21:47. Bersama air hujan yang turun di minggu malam.
Jambi, 21:47. Bersama air hujan yang turun di minggu malam.
Jalani saja dulu
Masih muda, uang saku perbulan masih ditanggung seutuhnya oleh orang tua. Tak perlu bekerja atau bahkan malah tak pernah pusing memikirkan dana kuliah. Alhamdulillah.
Jadi, kenapa mau menghabiskan hari dengan berlagak sok sibuk tanpa melakukan aktifitas tak berarti?!
Jalani saja dulu ..
Hargai setiap keringat yang mereka tukar dengan kebahagiaanmu hari ini
Have a good day.
Jadi, kenapa mau menghabiskan hari dengan berlagak sok sibuk tanpa melakukan aktifitas tak berarti?!
Jalani saja dulu ..
Hargai setiap keringat yang mereka tukar dengan kebahagiaanmu hari ini
Have a good day.
Sabtu, 30 November 2013
Oh. Begini rasanya
Berawal dari pagi tadi, ketika raut wajah sahabat terbaik ku ini berubah menjadi lebih berseri dan semringah. Ternyata dia sedang kasmaran. Wajar saja senyum manisnya itu jadi lebih sering terlihat belakangan ini.
Aku turut bahagia jika itu memberikan kesenangan baginya. Hanya saja, ternyata ada sesuatu lain di hati yang tergerak, "rada" kurang nyaman. Bagaimana nanti kalau dia akhirnya bertemu dengan orang yang "tepat"? Kemudian mereka menjadi sepasang kekasih? Pergi berdua kemanapun mereka mau? Bagaimana dengan kami? Apakah aku akan kehilangan teman sebaik dia? Ah, biarlah. Mungkin ini memang sudah waktunya. Saat dimana pada akhirnya semua orang menentukan pasangan terbaik untuk menjalani hidupnya.
Semoga.
Aku turut bahagia jika itu memberikan kesenangan baginya. Hanya saja, ternyata ada sesuatu lain di hati yang tergerak, "rada" kurang nyaman. Bagaimana nanti kalau dia akhirnya bertemu dengan orang yang "tepat"? Kemudian mereka menjadi sepasang kekasih? Pergi berdua kemanapun mereka mau? Bagaimana dengan kami? Apakah aku akan kehilangan teman sebaik dia? Ah, biarlah. Mungkin ini memang sudah waktunya. Saat dimana pada akhirnya semua orang menentukan pasangan terbaik untuk menjalani hidupnya.
Semoga.
..beg on you.. As you said
30 des 2013; 22:14
Kenapa kembali datang? Oh bukan, maksudku kenapa kembali berani untuk menyapa duluan?
Karena kau dalam kondisi tak nyaman? Merasa terganggu? Bagaimana mungkin? Hanya karena kehadiranku (dan baru sekali) ke kosanmu malam kemarin? Membuat hubungan kalian jadi kurang nyaman? Hahahahalucuhahaha aku (sepertinya kau juga) bahkan sudah malas untuk saling menyapa. Lantas kenapa terus menjadi masalah, ya? Kekasih mu terlalu cemburu? Atau malah kamu nya yang tak tahan jika melihatku terlalu lama, karena takut bernostalgia dengan masa lalu?
Sudahlah.
Jangan seperti remaja yang baru akil baligh kemarin sore!
Nikmati sana cinta baru mu itu, aku sama sekali tak ada niat mau mengganggu.
Bilanglah sama kekasih hati mu itu, tak usah khawatir. Kalian akan terus bersama kan? Menikahlah lalu punya anak..
Tak usah repot terus memasukkan aku dalam bagian (kelam) dihubungan indah kalian. Aku janji tak akan ganggu. Aku janji tak kan pernah lagi meminta mu kembali, atau bahkan hanya ingin membuatmu mengingat lagi "hubungan kemarin". Semua juga sudah ku anggap mati, berakhir sebagaimana seharusnya.
Berbahagialah!
Bilang sama dia yang kau bangga kan itu, jangan bersikap bodoh. Apa bagusnya aku ini dibanding dia? Tak ada. Jadi tak perlu berlebihan cemburu kepada "hubungan masa lalu" kita. Bilang juga padanya kalau hubungan kita kemarin terjadi karena tidak sengaja. Iya kan? (:
Selamat malam.
(your)Nightmare
Kenapa kembali datang? Oh bukan, maksudku kenapa kembali berani untuk menyapa duluan?
Karena kau dalam kondisi tak nyaman? Merasa terganggu? Bagaimana mungkin? Hanya karena kehadiranku (dan baru sekali) ke kosanmu malam kemarin? Membuat hubungan kalian jadi kurang nyaman? Hahahahalucuhahaha aku (sepertinya kau juga) bahkan sudah malas untuk saling menyapa. Lantas kenapa terus menjadi masalah, ya? Kekasih mu terlalu cemburu? Atau malah kamu nya yang tak tahan jika melihatku terlalu lama, karena takut bernostalgia dengan masa lalu?
Sudahlah.
Jangan seperti remaja yang baru akil baligh kemarin sore!
Nikmati sana cinta baru mu itu, aku sama sekali tak ada niat mau mengganggu.
Bilanglah sama kekasih hati mu itu, tak usah khawatir. Kalian akan terus bersama kan? Menikahlah lalu punya anak..
Tak usah repot terus memasukkan aku dalam bagian (kelam) dihubungan indah kalian. Aku janji tak akan ganggu. Aku janji tak kan pernah lagi meminta mu kembali, atau bahkan hanya ingin membuatmu mengingat lagi "hubungan kemarin". Semua juga sudah ku anggap mati, berakhir sebagaimana seharusnya.
Berbahagialah!
Bilang sama dia yang kau bangga kan itu, jangan bersikap bodoh. Apa bagusnya aku ini dibanding dia? Tak ada. Jadi tak perlu berlebihan cemburu kepada "hubungan masa lalu" kita. Bilang juga padanya kalau hubungan kita kemarin terjadi karena tidak sengaja. Iya kan? (:
Selamat malam.
(your)Nightmare
Kamis, 07 November 2013
and.. WELCOME BACK!
Halo, iya aku kembali.
Setelah seharian ini otak atik laptop dan memutar ingatan, akhirnya blog ini bisa dibuka lagi. Sudah lama sekali rasanya sejak postingan terakhir 14 mei 2013, sudah usang? tak apa, mari kita pembersihan.
Baiklah, aku akui kalau (mungkin) kembalinya aku ke laman ini karena sekarang sudah sulit mencari sosok untuk diajak berbagi mengenai cerita hidup setiap hari, iya sulit.. aku dalam masa krisis kepercayaan.
Sebelumnya sudah sering aku usaha percayakan untuk berbagi kisah kepada mereka yang terlihat meyakinkan untuk bisa dipercaya, ternyata gagal, mereka sama saja. BO-COR? ya..manusia
Cerita hari ini?
Darimana baiknya ini dimulai? dari sudut hati yang sedikit kecewa terjebak dalam delima "menikmati masa muda" atau "mempertahankan cinta kepada dia, sang kekasih yang sudah ada pemiliknya"? HAHAHA ah, tak baik memulai sesuatu dengan kegelisahan. Bagaimana dengan cerita memulai fase "sibuk skripsi" ala mahasiswa kedokteran yang akhir - akhir ini merasa menyesal dan sering terpikir "kenapa dulu ngotot banget mau jadi mahasiswa FK, bang?".
Oke, kita mulai dari bagian skripsi dulu..
first of all yang harus diingat adalah; "AKU PERCAYA SEUTUHNYA DENGAN KETENTUAN TUHAN" hanya saja kadang dalam prosesnya, (sebagai manusia biasa yang tipis imannya) aku sering protes dan bertanya "kenapa harus sesulit ini, tuhan?".
Pembimbing satu skripsi, dokter Paru terkenal dikota ini, lagaknya sangat menunjukkan kalau dia orang yang perfectionis, berwawasan global dan gaul? tapi.. agak sedikit arogan dan e-go seperti kebanyakan orang "besar" lainnya, tapi masih dalam konten wajar. Sudah tiga kali ini pertemuan hanya membahas judul dan metodologi penelitian yang tak kunjung usai, ribet, tapi sepertinya beliau juga tidak ada niatan untuk memudahkan. *menarik nafas panjaaang* Karakteristik penderita kanker paru? Sounds good? right? kedengarannya emang keren, sesuai dengan niatan awal yang aku sengajakan "biar penelitian ini terlihat berat, ma", tapi sekeranag menyesal.. kenapa gak PPOK? atau TB yang kasusnya sudah jelas banyak? aish.
Pembimbing kedua, bagian metodologi penelitian. Dokter senior yang tak perlu lagi diragukan jasa nya untuk dunia kedokteran di provinsi ini. Iya, beliau pernah menjadi ketua Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Puskesmas diberbagai wilayah, dosen dan guru besar dari banyak dokter hebat di sini. Jadi, saya beruntung? dibimbing oleh orang sekalibat beliau? iii-yaa..hehehe. Tipikal orang yang serius, tapi santai. Selalu ingin ditemui dikediaman pribadi dan wajib on time (kalau gak mau disempot kayak kejadian dua hari lalu; "kenapa kamu terlambat??! mau ganti pembimbing???!).
Udahan dulu bahas skripsi, males :(
Bahas suasana hati? .. kosong
mulai hari ini juga mau diniatkan, blog ini cuma mau diisi oleh tokoh "aku" dan segala sesuatu yang ada disisinya. it's not bout you anymore.. hehehe ((:
Setelah seharian ini otak atik laptop dan memutar ingatan, akhirnya blog ini bisa dibuka lagi. Sudah lama sekali rasanya sejak postingan terakhir 14 mei 2013, sudah usang? tak apa, mari kita pembersihan.
Baiklah, aku akui kalau (mungkin) kembalinya aku ke laman ini karena sekarang sudah sulit mencari sosok untuk diajak berbagi mengenai cerita hidup setiap hari, iya sulit.. aku dalam masa krisis kepercayaan.
Sebelumnya sudah sering aku usaha percayakan untuk berbagi kisah kepada mereka yang terlihat meyakinkan untuk bisa dipercaya, ternyata gagal, mereka sama saja. BO-COR? ya..manusia
Cerita hari ini?
Darimana baiknya ini dimulai? dari sudut hati yang sedikit kecewa terjebak dalam delima "menikmati masa muda" atau "mempertahankan cinta kepada dia, sang kekasih yang sudah ada pemiliknya"? HAHAHA ah, tak baik memulai sesuatu dengan kegelisahan. Bagaimana dengan cerita memulai fase "sibuk skripsi" ala mahasiswa kedokteran yang akhir - akhir ini merasa menyesal dan sering terpikir "kenapa dulu ngotot banget mau jadi mahasiswa FK, bang?".
Oke, kita mulai dari bagian skripsi dulu..
first of all yang harus diingat adalah; "AKU PERCAYA SEUTUHNYA DENGAN KETENTUAN TUHAN" hanya saja kadang dalam prosesnya, (sebagai manusia biasa yang tipis imannya) aku sering protes dan bertanya "kenapa harus sesulit ini, tuhan?".
Pembimbing satu skripsi, dokter Paru terkenal dikota ini, lagaknya sangat menunjukkan kalau dia orang yang perfectionis, berwawasan global dan gaul? tapi.. agak sedikit arogan dan e-go seperti kebanyakan orang "besar" lainnya, tapi masih dalam konten wajar. Sudah tiga kali ini pertemuan hanya membahas judul dan metodologi penelitian yang tak kunjung usai, ribet, tapi sepertinya beliau juga tidak ada niatan untuk memudahkan. *menarik nafas panjaaang* Karakteristik penderita kanker paru? Sounds good? right? kedengarannya emang keren, sesuai dengan niatan awal yang aku sengajakan "biar penelitian ini terlihat berat, ma", tapi sekeranag menyesal.. kenapa gak PPOK? atau TB yang kasusnya sudah jelas banyak? aish.
Pembimbing kedua, bagian metodologi penelitian. Dokter senior yang tak perlu lagi diragukan jasa nya untuk dunia kedokteran di provinsi ini. Iya, beliau pernah menjadi ketua Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Puskesmas diberbagai wilayah, dosen dan guru besar dari banyak dokter hebat di sini. Jadi, saya beruntung? dibimbing oleh orang sekalibat beliau? iii-yaa..hehehe. Tipikal orang yang serius, tapi santai. Selalu ingin ditemui dikediaman pribadi dan wajib on time (kalau gak mau disempot kayak kejadian dua hari lalu; "kenapa kamu terlambat??! mau ganti pembimbing???!).
Udahan dulu bahas skripsi, males :(
Bahas suasana hati? .. kosong
mulai hari ini juga mau diniatkan, blog ini cuma mau diisi oleh tokoh "aku" dan segala sesuatu yang ada disisinya. it's not bout you anymore.. hehehe ((:
Langganan:
Postingan (Atom)