Ruang PRT, 13 juli 2015.
Iya, sekarang lagi di stase anak minggu ke-8 dan bentar lagi ujian, tapi kalau ditanya "Dek koas sudah bisa apa selama di stase anak?" masih "jauh panggang dari api" jawabnya. Entah kenapa di stase anak rasa malasnya rada lebay (meski memang dari awal kuliah sudah sadar kalau saya tipikal mahasiswa malas) tapi malas yang ini .. entahlah.
Minggu kedua jaga di PRT (red; perinatologi) ada sesuatu yang janggal terjadi (tsah! Janggal?) seminggu terakhir sudah ada tiga pasang bayi gemelli (kembar) yang lahir dan salah satunya malah kembar siam! Kebayang kan capeknya? Tidak cuma itu, selama dijaga disini juga sudah dua kali kebagian bayi anenchepaly, makin kebayang kan capeknya? *meringis*
Stase anak masih kurang seru sih, selama 7 stase terakhir sepertinya stase bedah masih dipuncak klasemen daftar stase paling favorit. Oke, saya ceritain satu-satu ye cerita paling seru selama jadi "dek koas".
1. Stase Bedah
Pengalaman pertama masuk ruang OKE (Operation kamer emergensi, kata senior sih diambil dari bahasa belanda) atau yang dikenal secara umum kamar operasi. Jadi ceritanya sebagai junior yang baru pertama masuk ke stase mayor, saya hanya ditugaskan sebagai observer (penonton) dan dilarang keras untuk melakukan tindakan apa pun, sampai akhirnya salah seorang perawat anastesi yang tidak menyadari status junior saya meminta tolong untuk mengambil pinset anatomis dan mempersiapkan gloves steril. Dengan tampang bodoh dan polos merasa tak berdosa, saya sentuh pinset anatomis dengan tangan hampa di atas meja steril yang layaknya hanya dibisa disentuh oleh tangan-tangan "suci", sontak se isi ruangan teriak histeris bak melihat adegan pembunuhan didepan mata. Saya? Pucat, cemas dan berdo'a "tuhan cabut saja nyawa saya.. sekarang!", JERA.
Pengalaman lainnya selama di stase bedah, untuk pertama kali (lagi) saya akhirnya bisa berada ditengah-tengah "asosiasi" ibu-ibu penderita Ca. Mamae, bisa dibayangkan berada disatu ruangan dengan ibu-ibu (6 orang) ini? Mungkin..(maaf beribu maaf) kata yang tepat untuk menggambarkan situasinya adalah seperti berada di dalam mobil sedan tak ber-AC berpenumpang penuh padat dan semua penumpang belum mandi ditambah lagi salah satu penumpang menderita mules hebat sehingga selalu kentut disepanjang perjalanan. Bisa diyangkan? I mean.. sesak, amis, pengap dan bikin sulit nafas! Kemudian sebagai dek koas, kita harus membersihkan ibu-ibu ini penuh cinta kasih dan sayang.
Di stase bedah juga, kesempatan bertemu dan berbagi cerita bersama penderita osteosarcoma, ulkus diabetikum, apendiks, ileus obstruksi, post op OREF, bapak-bapak BPH, anak hircshprung, hipospadia, pemuda condiloma akuminata, kakek prolaps rekti dan lain-lain menyisahkan kenangan tersendiri yang sulit dilupakan. *tears*
2. Stase Forensik
Sebagai stase pertama yang harus dilalui sebagai koas, tentu stase forensik memiliki cerita sendiri yang akan dikenang seumur hidup. Dimulai dengan PL kasus infanticide, pembunuhan pasangan gay, mahasiswa bunuh diri, penenggelaman saudagar cina, kasus KLL plus autopsi pembunuhan ibu yang dilaikan oleh anak kandung! Selama distase ini, tentu kadar kesholehan dan keimanan meningkat secara otomatis, tentu saja karena mengingat bahwa ternyata mati dapat terjadi kapan dan dimana saja.
3. Stase THT
selama di THT tak banyak hal yang bisa dilakukan oleh dek koas, kemarin saya malah cuma kebagian sekali jadi observer operasi tonsilitis dan sekali menjadi petugas pembersih serumen (?) iya, bersihin serumen aka taik telinga penderita OMA dan OMSK. Ini juga pengalaman yang paling diingat selama koas, pernah kami ketemu pasien serumen prop dengan besar serumen seperti telur puyuh! Besaaaaaaaar sekale bray! Selebihnya, mungkin cerita saat ujian yang di-adu antar sesama koas, sensasinya hanya tuhanlah yang tau.
4. Stase radiologi
Stase koas paling santai! Datang pagi, cari tempat duduk strategis dibalik skat dinding, persiapkan tas dan tidur! Bangun tidur, sarapan, setelah kenyang, tidur lagi. Terus saja seperti itu 5 minggu. Kalau ditanya apa yang didapat selama stase radiologi? Radio opak dan radio lusen (titik).
5. Stase Jiwa
Kalau ingat stase ini, hal pertama yang terbersit adalah bu Titin. Seorang wanita usia produktif kelahiran jawa barat yang menderita skizofrenia karena trauma masa lalu ditinggal suami dan cinta bertepuk sebelah tangan. Miris memang. Kisah hidup bu Titin sempat menbuat sudut pandang saya terhadap masa depan menjadi berbeda, atau tepatnya menjadi lebih menakutkan. Hahaha
Saat ini, bu titin menjadi lebih "agresif" jika melihat laki-laki yang menurutnya cukup "tampan". Halah. Seperti saat saya sedang bertugas untuk mem-follow up bu Titin, tiba-tiba tangan saya ditarik dan di paksa duduk diatas kasurnya lalu bu titin mulai menjilat sepatu saya, iya SE-PA-TU! Syok? Jelas. Tapi lebih ke merasa lucu saja dengan sikap bu titin. Hahaha *saya menulis bagian ini sambil tak henti tersenyum sendiri dari tadi*
6. Stase IKM
Ehm.. Stase IKM? Semua kegiatan dek koas sepertinya hanya berjalan biasa tanpa ada yang terlampau istimewa untuk dikenang. Yaah, paling karena saat distase ini sedang bulan imunisasi nasional (februari), jadi koas dilibatkan dalam pemberian imunisasi dan vit. A. Selebihnya.. Biasa saja.
Selesai.
Masih 7 stase lainnya yang harus dilalaui. Semoga tuhan selalu bersama saya.
Amin.
*lanjut bedong bayi dan ngasih susu*
Minggu, 12 Juli 2015
Akhirnya ketemu!
Sudah hampir tiga bulan terakhir saya berpikir keras untuk hanya sekedar mengingat blog ini, akhirnya hari ini ketemu! Senang sekali! Bahkan sekarang menulis ini sambil senyum-senyum sendiri.
Iya, salahnya adalah mood menulis saya justru baru tergerak ketika sedang sendiri (red; jomblo) hahaha. Efek galau? Mungkin. Tapi sepertinya lebih karena sering bosan karena tak ada yang bisa diajak chatting di siang panas seperti saat ini.
Oke. Let's start.
Halo, Minggu 12 juli 2015 (H-4 idul fitri)
Sebagai seorang koas yang terpaksa harus melalui hari lebaran dikosan, iya lebaran tahun ini untuk pertama kalinya harus saya dan keluarga rayakan dikosan. Tapi tak apa, bukan masalah besar. Mau tau masalah yang lebih besar? Krisis kepercayaan diri! Itulah yang saya rasakan sekarang (setidaknya ketika menuliskan cerita ini) hahaha. Akhir-akhir ini saya sering merenung atau sekali-kali tersentak dengan pertanyaan yang saya timbulkan sendiri, "seberapa baik kau habiskan waktu hidupmu hingga hari ini?" Jawabnya "entahlah??" . Sebagai manusia muda, saya sering sekali merasa rugi karena banyak hal yang belum bisa saya capai sampai hari ini. Seperti bisa pergi keluar negeri misalnya. Atau menjadi duta bangsa di ajang internasional? Atau hanya sebagai koas yang mendapat nilai A di salah satu stase? *menarik nafas panjang*.
Bagi sebagian (kecil, sangat kecil) orang, ada yang beranggapan bahwa saya telah melakukan banyak hal di satu tahun belakangan, ya alhamdulillah kemarin saya sempat terpilih dan merasakan pengalaman sebagai Bujang kota Jambi (tourism ambasador), wakil III duta bahasa prov. Jambi dan wakil II bujang prov. Jambi. Sudah, hanya sebatas itu. Selebihnya hidup hanya berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa. Bukan ingin banyak mengeluh, hanya saja saya takut menjadi bagian dari golongan manusia yang merugi karena tidak memanfaatkan masa muda dengan baik.
Iya, salahnya adalah mood menulis saya justru baru tergerak ketika sedang sendiri (red; jomblo) hahaha. Efek galau? Mungkin. Tapi sepertinya lebih karena sering bosan karena tak ada yang bisa diajak chatting di siang panas seperti saat ini.
Oke. Let's start.
Halo, Minggu 12 juli 2015 (H-4 idul fitri)
Sebagai seorang koas yang terpaksa harus melalui hari lebaran dikosan, iya lebaran tahun ini untuk pertama kalinya harus saya dan keluarga rayakan dikosan. Tapi tak apa, bukan masalah besar. Mau tau masalah yang lebih besar? Krisis kepercayaan diri! Itulah yang saya rasakan sekarang (setidaknya ketika menuliskan cerita ini) hahaha. Akhir-akhir ini saya sering merenung atau sekali-kali tersentak dengan pertanyaan yang saya timbulkan sendiri, "seberapa baik kau habiskan waktu hidupmu hingga hari ini?" Jawabnya "entahlah??" . Sebagai manusia muda, saya sering sekali merasa rugi karena banyak hal yang belum bisa saya capai sampai hari ini. Seperti bisa pergi keluar negeri misalnya. Atau menjadi duta bangsa di ajang internasional? Atau hanya sebagai koas yang mendapat nilai A di salah satu stase? *menarik nafas panjang*.
Bagi sebagian (kecil, sangat kecil) orang, ada yang beranggapan bahwa saya telah melakukan banyak hal di satu tahun belakangan, ya alhamdulillah kemarin saya sempat terpilih dan merasakan pengalaman sebagai Bujang kota Jambi (tourism ambasador), wakil III duta bahasa prov. Jambi dan wakil II bujang prov. Jambi. Sudah, hanya sebatas itu. Selebihnya hidup hanya berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa. Bukan ingin banyak mengeluh, hanya saja saya takut menjadi bagian dari golongan manusia yang merugi karena tidak memanfaatkan masa muda dengan baik.
Selasa, 12 Agustus 2014
Spam
Faktanya menjadi pribadi yang diinginkan itu tak segampang merencanakan, memikirkan dan membayangkannya. Sering kali sadar ada banyak kesalahan yang ingin diubah namun tetap saja terulang, meski akhirnya kembali tersadar lalu kembali pula menyesal. "Hari ini harus lebih baik dari kemarin", iya, seharusnya dan memang semestinya begitu tanpa toleransi. Tapi bukannya manusia akan lebih banyak belajar dari kesalahan? ..ehm..
Karakter tentu bukanlah sesuatu yang dapat diarahkan, dan saya setuju. Namun tindakan dan sikap sepertinya bisa direncanakan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk akhirnya "meng-eksekusi" sebuah tindakan, bukan?
Ayolah! Kalaupun masih tahap pembelajaran, belajarlah lebih cepat. Tentukan "how do you want to judged by others?"
00.46/13-08-14. Weird.
Karakter tentu bukanlah sesuatu yang dapat diarahkan, dan saya setuju. Namun tindakan dan sikap sepertinya bisa direncanakan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk akhirnya "meng-eksekusi" sebuah tindakan, bukan?
Ayolah! Kalaupun masih tahap pembelajaran, belajarlah lebih cepat. Tentukan "how do you want to judged by others?"
00.46/13-08-14. Weird.
Rabu, 11 Juni 2014
Cinema-nusia
Aku (atau bahkan kita semua) adalah pemain drama paling ulung, didunia per-film-an yang kita ciptakan sendiri. Setiap hari melakukan adegan berbeda yang tak sekali pun pernah sama. Memerankan semua lakon dengan kualitas terbaik, semampu dan sebisanya. Yah, walau acap kali cerita yang diperankan kadang tak sesuai dengan skenario yang diinginkan, namun tetap harus dimainkan. Hidup didunia peran sebenarnya memang tidak mengenal istilah tawar menawar.
Bagaimana hari mu, kawan?
Kalau aku masih begini begini saja. Mahasiswa kedokteran yang jelas bagi sebagian orang, dikenal karena kepandaiannya (?) atau pamor karena biaya kuliahnya yang menbumbung setinggi langit (?), tapi satu yang jelas aku ingin kalian tau; kami juga manusia biasa seutuhnya.
Bagaimana hari mu, kawan?
Kalau aku masih begini begini saja. Mahasiswa kedokteran yang jelas bagi sebagian orang, dikenal karena kepandaiannya (?) atau pamor karena biaya kuliahnya yang menbumbung setinggi langit (?), tapi satu yang jelas aku ingin kalian tau; kami juga manusia biasa seutuhnya.
Senin, 09 Juni 2014
Pesan untuk kita
Baiklah. Jujur saja, tulisan kali ini terinspirasi dari judul tulisan yang sama (kalau tidak salah) yang sebelumnya aku baca dari salah satu web blogger favorit ku "namarapocino.com".
Hi.
Bagaimana harimu? Masih baik seperti biasanya? Baguslah.
Ini aku ada beberapa pesan agar kita renungkan bersama.
Untuk kamu,
Yang dulu aku kejar semampuku, aku banggakan didepan teman-temanku, aku jadikan alasan dari setiap senyum terbaikku, aku jadikan semangat belajarku.
Untuk kamu,
Yang pernah ku berikan seutunya hatiku, ku percayakan untuk menitipkan kebahagiaan kecilku melalui tawa manismu, kamu yang ku ikhlaskan mengisi bagian terindah dipikiranku.
Yang ku tunggu selalu dikala lapar jam makan siang, agar sekedar bisa makan bersamamu.
Yang ku nanti setiap malam minggu, hanya untuk menghabiskan waktu sekedar mengobrol atau menikmati secangkir kopi denganmu.
Untuk kamu juga,
Yang kemudian memutuskan pergi, meninggalkan aku disini.
Kamu yang lalu berjalan sendiri, seolah tak peduli dengan semua cerita yang kita tulis kemarin.
Kamu yang sekarang sudah menemukan bahagia baru, yang saat berpapasan pun seolah tak pernah mengenalku.
Untuk aku,
Yang kemudian harus kembali menyusun rencana baru setelah kepergianmu.
Aku yang terus bingung bagaimana harus memulai pagi tanpa sapaanmu.
Aku yang menjadi mudah sekali tersinggung bahkan marah jika ada yang mengungkit kisah kita dulu.
Untuk aku,
Yang sekarang harus melihat kau tertawa dengan dia ditempat favorit kita dulu.
Yang kini terus mendengar lelucon mu untuk nya, padahal dulu kamu gunakan untuk menghibur sedih ku.
dan ini untuk kita,
Biar lah semua ini menjadi sejarah. Tak usah pernah ada lagi kamu dan aku.
Cukup sudah menyesali semua yang telah dilalui, karena nyatanya kita sama-sama belajar untuk mencintai lebih baik lagi, walau tokohnya bukan aku dan kamu.
Sudahlah, jangan ada lagi senyum canggung jika kita tak sengaja bertemu.
Bahagiamu tidak bersama ku.
Semoga dia, benar mimpi yang menjadi nyata mu.
Hi.
Bagaimana harimu? Masih baik seperti biasanya? Baguslah.
Ini aku ada beberapa pesan agar kita renungkan bersama.
Untuk kamu,
Yang dulu aku kejar semampuku, aku banggakan didepan teman-temanku, aku jadikan alasan dari setiap senyum terbaikku, aku jadikan semangat belajarku.
Untuk kamu,
Yang pernah ku berikan seutunya hatiku, ku percayakan untuk menitipkan kebahagiaan kecilku melalui tawa manismu, kamu yang ku ikhlaskan mengisi bagian terindah dipikiranku.
Yang ku tunggu selalu dikala lapar jam makan siang, agar sekedar bisa makan bersamamu.
Yang ku nanti setiap malam minggu, hanya untuk menghabiskan waktu sekedar mengobrol atau menikmati secangkir kopi denganmu.
Untuk kamu juga,
Yang kemudian memutuskan pergi, meninggalkan aku disini.
Kamu yang lalu berjalan sendiri, seolah tak peduli dengan semua cerita yang kita tulis kemarin.
Kamu yang sekarang sudah menemukan bahagia baru, yang saat berpapasan pun seolah tak pernah mengenalku.
Untuk aku,
Yang kemudian harus kembali menyusun rencana baru setelah kepergianmu.
Aku yang terus bingung bagaimana harus memulai pagi tanpa sapaanmu.
Aku yang menjadi mudah sekali tersinggung bahkan marah jika ada yang mengungkit kisah kita dulu.
Untuk aku,
Yang sekarang harus melihat kau tertawa dengan dia ditempat favorit kita dulu.
Yang kini terus mendengar lelucon mu untuk nya, padahal dulu kamu gunakan untuk menghibur sedih ku.
dan ini untuk kita,
Biar lah semua ini menjadi sejarah. Tak usah pernah ada lagi kamu dan aku.
Cukup sudah menyesali semua yang telah dilalui, karena nyatanya kita sama-sama belajar untuk mencintai lebih baik lagi, walau tokohnya bukan aku dan kamu.
Sudahlah, jangan ada lagi senyum canggung jika kita tak sengaja bertemu.
Bahagiamu tidak bersama ku.
Semoga dia, benar mimpi yang menjadi nyata mu.
a note by and for self.
Pura pura tak peduli nyata nya jauh lebih susah ketimbang seolah mencintai. Aku percaya dan sudah pernah ku coba. Mempertahankan, tak diragukan lagi akan jauh lebih sulit dibanding merebut atau mendapatkan pada awalnya. Anggap saja ini aturan hidup. Suka tak suka, harus manusia terima. Jadi tak usah heran jika apa yang dulu pernah dipunya akan terlihat lebih berharga ketika dilepaskan, atau tak usah bingung kenapa rumput tetangga selalu lebih hijau walau dirawat dengan cara yang sama.
(bukan) Curhat.
Lama sekali setelah terakhir mampir disini, baru sekarang bisa kembali.
Halo!
Sekarang pukul 01:35, senin malam seperti malam lainnya sejak kita tak lagi rutin ke kampus untuk kuliah. Yaah, boring. Apa kabar? Semoga baik.
Ada banyak yang ingin aku ceritakan disini.
Mulai dari beberapa minggu lalu aku sibuk mencari kosan baru untuk pindah dan memulai susasana yang lebih segar. Iya, disini sudah mulai pengap. Bosan sudah dengan semua rutinitas yang begini begitu saja. Bertemu dan melalukan hal sama setiap hari. Bosan, sumpah.
Tapi itu tinggal niat. Nyatanya setelah berkeliling mencari, tak ada kosan yang lebih nyaman dibanding disini hahahaha. Tak hanya urusan hati yaa, untuk tempat tinggal pun aku kalang kabut mencari yang cocok dan "move on".
Kabar Skripsi? Ah! Sudah enam orang dari teman seangkatan yang menjadi sarjana!!!! Aku kapan? Masih lama. Niatan untuk mengolah data saja tak se percik pun ada sampai detik ini.. *Menghela nafas panjang*. Jangan bahas skripsi dulu yaa..
Suasana hati? dalam keadaan baik, hanya saja beberapa waktu terakhir terasa kurang nyaman juga dengan perasaan dan pikiran yang tetap "stuck" dengan pilihan lama. Tapi kali ini bukan tetang dia yang dulu. Bukan masalah karena "masih cinta", demi tuhan bukan.
Perasaan dan pikiran yang tak bisa dideskripsikan disini. Tak bisa dituliskan.
Oh iya, kalau dia yang lama. Aku senang melihat kehidupan dia yang sekarang. Seperti nya dia juga mulai banyak tau tentang bagaimana menentukan pilihan dan menerima resiko yang ditimbulkan hahaha.
Belum saatnya lagi aku jatuh cinta. Saat ini, sepertinya apa yang sudah dipunya memang harus dijaga. Nanti, seperti teori Raditya dika; manusia itu seperti salmon, akan selalu berpindah ketempat yang lebih baik (walau setidaknya menurut dirinya saja).
Selamat malam, istirahat yok.
Halo!
Sekarang pukul 01:35, senin malam seperti malam lainnya sejak kita tak lagi rutin ke kampus untuk kuliah. Yaah, boring. Apa kabar? Semoga baik.
Ada banyak yang ingin aku ceritakan disini.
Mulai dari beberapa minggu lalu aku sibuk mencari kosan baru untuk pindah dan memulai susasana yang lebih segar. Iya, disini sudah mulai pengap. Bosan sudah dengan semua rutinitas yang begini begitu saja. Bertemu dan melalukan hal sama setiap hari. Bosan, sumpah.
Tapi itu tinggal niat. Nyatanya setelah berkeliling mencari, tak ada kosan yang lebih nyaman dibanding disini hahahaha. Tak hanya urusan hati yaa, untuk tempat tinggal pun aku kalang kabut mencari yang cocok dan "move on".
Kabar Skripsi? Ah! Sudah enam orang dari teman seangkatan yang menjadi sarjana!!!! Aku kapan? Masih lama. Niatan untuk mengolah data saja tak se percik pun ada sampai detik ini.. *Menghela nafas panjang*. Jangan bahas skripsi dulu yaa..
Suasana hati? dalam keadaan baik, hanya saja beberapa waktu terakhir terasa kurang nyaman juga dengan perasaan dan pikiran yang tetap "stuck" dengan pilihan lama. Tapi kali ini bukan tetang dia yang dulu. Bukan masalah karena "masih cinta", demi tuhan bukan.
Perasaan dan pikiran yang tak bisa dideskripsikan disini. Tak bisa dituliskan.
Oh iya, kalau dia yang lama. Aku senang melihat kehidupan dia yang sekarang. Seperti nya dia juga mulai banyak tau tentang bagaimana menentukan pilihan dan menerima resiko yang ditimbulkan hahaha.
Belum saatnya lagi aku jatuh cinta. Saat ini, sepertinya apa yang sudah dipunya memang harus dijaga. Nanti, seperti teori Raditya dika; manusia itu seperti salmon, akan selalu berpindah ketempat yang lebih baik (walau setidaknya menurut dirinya saja).
Selamat malam, istirahat yok.
Sabtu, 18 Januari 2014
Kamu
Malam minggu, 18 Januari. Ditengah kemeriahan malam Diklat mahasiswa baru UKM Cinema.
Kamu.
Kamu, iya.
Kamu..
Kamu..
"Selamat pagi" favoritku, hari ini dan semoga terus sampai nanti.
Kamu
Pesulap ajaib yang mampu mengubah mood harian ku dengan sekejap, hanya karena dengan senyum mu yang kadang tak sengaja kau sembunyikan.
Kamu
Penyair hebat. Iya, setidaknya bagiku.
Kalimat manis mu mungkin tak terdengar disetiap telinga, tapi aku selalu berusaha mengerti kata yang kau usaha sampaikan melalui tatapanmu.
Kamu
Sesuatu yang aku tunggu, secepat mungkin. Setidaknya sebelum kopi yang kupesan tak keburu dingin. Selalu segera ingin bertemu.
Kamu
Mimpi terindah, yang membuat siang pun terasa malam agar aku bisa tertidur nyenyak dan bertemu denganmu didalam khayal yang hanya aku dan tuhan yang tahu.
Kamu
Alarm paling cantik dan terawet didunia! Terima kasih untuk setia membangunkan setiap pagi agar aku tak terlambat kuliah. Terima kasih ya!
Kamu
Manager paling disiplin, tak absen mengingatkan untuk tak lupa memakai jaket kalau ingin keluar dengan motor kalau sudah malam, pakai helm, atau mandi sore dan keramas. Ah, kamu sweet sekali.
Kamu
Mimpi terbesar yang ingin sekali ku wujudkan.
Kamu
Semoga terus menjadi kamu. Semoga terus menjadi milikku. Semoga terus seperti ini.
Kamu
Ciptaan tuhan yang aku sayang.
Kamu.
Kamu, iya.
Kamu..
Kamu..
"Selamat pagi" favoritku, hari ini dan semoga terus sampai nanti.
Kamu
Pesulap ajaib yang mampu mengubah mood harian ku dengan sekejap, hanya karena dengan senyum mu yang kadang tak sengaja kau sembunyikan.
Kamu
Penyair hebat. Iya, setidaknya bagiku.
Kalimat manis mu mungkin tak terdengar disetiap telinga, tapi aku selalu berusaha mengerti kata yang kau usaha sampaikan melalui tatapanmu.
Kamu
Sesuatu yang aku tunggu, secepat mungkin. Setidaknya sebelum kopi yang kupesan tak keburu dingin. Selalu segera ingin bertemu.
Kamu
Mimpi terindah, yang membuat siang pun terasa malam agar aku bisa tertidur nyenyak dan bertemu denganmu didalam khayal yang hanya aku dan tuhan yang tahu.
Kamu
Alarm paling cantik dan terawet didunia! Terima kasih untuk setia membangunkan setiap pagi agar aku tak terlambat kuliah. Terima kasih ya!
Kamu
Manager paling disiplin, tak absen mengingatkan untuk tak lupa memakai jaket kalau ingin keluar dengan motor kalau sudah malam, pakai helm, atau mandi sore dan keramas. Ah, kamu sweet sekali.
Kamu
Mimpi terbesar yang ingin sekali ku wujudkan.
Kamu
Semoga terus menjadi kamu. Semoga terus menjadi milikku. Semoga terus seperti ini.
Kamu
Ciptaan tuhan yang aku sayang.
Selasa, 03 Desember 2013
Only the matter of time
Hi.
Apa kabarmu hari ini? Kau baik? Semoga.
Untuk cerita yang kesekian kali, nyatanya kau tetap menjadi inspirasi terhebat untuk dituliskan. Bukan karena aku terus memikirkan mu, sumpah bukan.
Tapi (mungkin) karena keberadaan mu yang masih lalu lalang didepan pandangan.
Kadang aku masih penasaran, bagaimana kau habiskan harimu setelah tanpa aku? Masih rutin ke bioskop untuk menonton film terbaru? Atau sekedar jalan menikmati malam sambil menyeduh kopi di tempat favorit kita dulu? Hahaha. Sudah tak usah (selalu) diingat!
Jangan - jangan aku rindu dan ingin bertemu? Ehm.. Sepertinya tidak juga. Tapi kalau kau pikir aku ingin sekali menyapamu, kau tak sepenuhnya salah.
Maaf ya cantik, kau tak keberatan kan jika cerita semacam ini aku tuliskan? Aku yakin ini cuma masalah waktu, sampai akhirnya nanti aku menemukan inspirasi dari dia yang baru.
Iya. Nyatanya sampai detik ini aku belum lagi jatuh cinta, setelah saat terakhir aku terjatuh di pandangan sejukmu itu. Belum pernah lagi aku rasakan ingin memiliki seseorang yang menggantikan posisimu. Ah, seperti kataku tadi. Ini cuma masalah waktu.
Tapi, kenapa juga harus terburu-buru?
Jera sudah. Aku tak mau lagi membiarkan hatiku mencintai seseorang yang tak ku impikan untuk menjadi ibu dari anak -anak ku. Sudah bukan waktunya juga menghabiskan setengah pikiran untuk dia yang hanya menjadi teman nonton atau karoke. Serius sekali? Iya. Sudah saatnya se-serius itu. HAHAHAHAHAHA *kemudian teringat kabar skripsi* :(
Jalan ini masih jauh. Waktu muda ini hanya sekali, kemudian pergi dan tak akan pernah ada kembali.
Sudah, nikmati saja dulu hidup kita ini ya..
Kalau memang jodoh, ini juga cuma masalah waktu.
Apa kabarmu hari ini? Kau baik? Semoga.
Untuk cerita yang kesekian kali, nyatanya kau tetap menjadi inspirasi terhebat untuk dituliskan. Bukan karena aku terus memikirkan mu, sumpah bukan.
Tapi (mungkin) karena keberadaan mu yang masih lalu lalang didepan pandangan.
Kadang aku masih penasaran, bagaimana kau habiskan harimu setelah tanpa aku? Masih rutin ke bioskop untuk menonton film terbaru? Atau sekedar jalan menikmati malam sambil menyeduh kopi di tempat favorit kita dulu? Hahaha. Sudah tak usah (selalu) diingat!
Jangan - jangan aku rindu dan ingin bertemu? Ehm.. Sepertinya tidak juga. Tapi kalau kau pikir aku ingin sekali menyapamu, kau tak sepenuhnya salah.
Maaf ya cantik, kau tak keberatan kan jika cerita semacam ini aku tuliskan? Aku yakin ini cuma masalah waktu, sampai akhirnya nanti aku menemukan inspirasi dari dia yang baru.
Iya. Nyatanya sampai detik ini aku belum lagi jatuh cinta, setelah saat terakhir aku terjatuh di pandangan sejukmu itu. Belum pernah lagi aku rasakan ingin memiliki seseorang yang menggantikan posisimu. Ah, seperti kataku tadi. Ini cuma masalah waktu.
Tapi, kenapa juga harus terburu-buru?
Jera sudah. Aku tak mau lagi membiarkan hatiku mencintai seseorang yang tak ku impikan untuk menjadi ibu dari anak -anak ku. Sudah bukan waktunya juga menghabiskan setengah pikiran untuk dia yang hanya menjadi teman nonton atau karoke. Serius sekali? Iya. Sudah saatnya se-serius itu. HAHAHAHAHAHA *kemudian teringat kabar skripsi* :(
Jalan ini masih jauh. Waktu muda ini hanya sekali, kemudian pergi dan tak akan pernah ada kembali.
Sudah, nikmati saja dulu hidup kita ini ya..
Kalau memang jodoh, ini juga cuma masalah waktu.
Minggu, 01 Desember 2013
Hujan
Aroma tanah yang perlahan menyusup terhirup, selalu menjadi bagian favorit saya setelah hujan. Atau irama denting air ketika berlomba jatuh kepelukan bumi, merdu sekali.. Menyulap suasana menjadi sejuk dan nyaman. Iya, seperti kebanyakan orang, saya juga suka hujan. Apalagi kalau hujan dikala malam. Romantis sekali.
Jambi, 21:47. Bersama air hujan yang turun di minggu malam.
Jambi, 21:47. Bersama air hujan yang turun di minggu malam.
Jalani saja dulu
Masih muda, uang saku perbulan masih ditanggung seutuhnya oleh orang tua. Tak perlu bekerja atau bahkan malah tak pernah pusing memikirkan dana kuliah. Alhamdulillah.
Jadi, kenapa mau menghabiskan hari dengan berlagak sok sibuk tanpa melakukan aktifitas tak berarti?!
Jalani saja dulu ..
Hargai setiap keringat yang mereka tukar dengan kebahagiaanmu hari ini
Have a good day.
Jadi, kenapa mau menghabiskan hari dengan berlagak sok sibuk tanpa melakukan aktifitas tak berarti?!
Jalani saja dulu ..
Hargai setiap keringat yang mereka tukar dengan kebahagiaanmu hari ini
Have a good day.
Sabtu, 30 November 2013
Oh. Begini rasanya
Berawal dari pagi tadi, ketika raut wajah sahabat terbaik ku ini berubah menjadi lebih berseri dan semringah. Ternyata dia sedang kasmaran. Wajar saja senyum manisnya itu jadi lebih sering terlihat belakangan ini.
Aku turut bahagia jika itu memberikan kesenangan baginya. Hanya saja, ternyata ada sesuatu lain di hati yang tergerak, "rada" kurang nyaman. Bagaimana nanti kalau dia akhirnya bertemu dengan orang yang "tepat"? Kemudian mereka menjadi sepasang kekasih? Pergi berdua kemanapun mereka mau? Bagaimana dengan kami? Apakah aku akan kehilangan teman sebaik dia? Ah, biarlah. Mungkin ini memang sudah waktunya. Saat dimana pada akhirnya semua orang menentukan pasangan terbaik untuk menjalani hidupnya.
Semoga.
Aku turut bahagia jika itu memberikan kesenangan baginya. Hanya saja, ternyata ada sesuatu lain di hati yang tergerak, "rada" kurang nyaman. Bagaimana nanti kalau dia akhirnya bertemu dengan orang yang "tepat"? Kemudian mereka menjadi sepasang kekasih? Pergi berdua kemanapun mereka mau? Bagaimana dengan kami? Apakah aku akan kehilangan teman sebaik dia? Ah, biarlah. Mungkin ini memang sudah waktunya. Saat dimana pada akhirnya semua orang menentukan pasangan terbaik untuk menjalani hidupnya.
Semoga.
..beg on you.. As you said
30 des 2013; 22:14
Kenapa kembali datang? Oh bukan, maksudku kenapa kembali berani untuk menyapa duluan?
Karena kau dalam kondisi tak nyaman? Merasa terganggu? Bagaimana mungkin? Hanya karena kehadiranku (dan baru sekali) ke kosanmu malam kemarin? Membuat hubungan kalian jadi kurang nyaman? Hahahahalucuhahaha aku (sepertinya kau juga) bahkan sudah malas untuk saling menyapa. Lantas kenapa terus menjadi masalah, ya? Kekasih mu terlalu cemburu? Atau malah kamu nya yang tak tahan jika melihatku terlalu lama, karena takut bernostalgia dengan masa lalu?
Sudahlah.
Jangan seperti remaja yang baru akil baligh kemarin sore!
Nikmati sana cinta baru mu itu, aku sama sekali tak ada niat mau mengganggu.
Bilanglah sama kekasih hati mu itu, tak usah khawatir. Kalian akan terus bersama kan? Menikahlah lalu punya anak..
Tak usah repot terus memasukkan aku dalam bagian (kelam) dihubungan indah kalian. Aku janji tak akan ganggu. Aku janji tak kan pernah lagi meminta mu kembali, atau bahkan hanya ingin membuatmu mengingat lagi "hubungan kemarin". Semua juga sudah ku anggap mati, berakhir sebagaimana seharusnya.
Berbahagialah!
Bilang sama dia yang kau bangga kan itu, jangan bersikap bodoh. Apa bagusnya aku ini dibanding dia? Tak ada. Jadi tak perlu berlebihan cemburu kepada "hubungan masa lalu" kita. Bilang juga padanya kalau hubungan kita kemarin terjadi karena tidak sengaja. Iya kan? (:
Selamat malam.
(your)Nightmare
Kenapa kembali datang? Oh bukan, maksudku kenapa kembali berani untuk menyapa duluan?
Karena kau dalam kondisi tak nyaman? Merasa terganggu? Bagaimana mungkin? Hanya karena kehadiranku (dan baru sekali) ke kosanmu malam kemarin? Membuat hubungan kalian jadi kurang nyaman? Hahahahalucuhahaha aku (sepertinya kau juga) bahkan sudah malas untuk saling menyapa. Lantas kenapa terus menjadi masalah, ya? Kekasih mu terlalu cemburu? Atau malah kamu nya yang tak tahan jika melihatku terlalu lama, karena takut bernostalgia dengan masa lalu?
Sudahlah.
Jangan seperti remaja yang baru akil baligh kemarin sore!
Nikmati sana cinta baru mu itu, aku sama sekali tak ada niat mau mengganggu.
Bilanglah sama kekasih hati mu itu, tak usah khawatir. Kalian akan terus bersama kan? Menikahlah lalu punya anak..
Tak usah repot terus memasukkan aku dalam bagian (kelam) dihubungan indah kalian. Aku janji tak akan ganggu. Aku janji tak kan pernah lagi meminta mu kembali, atau bahkan hanya ingin membuatmu mengingat lagi "hubungan kemarin". Semua juga sudah ku anggap mati, berakhir sebagaimana seharusnya.
Berbahagialah!
Bilang sama dia yang kau bangga kan itu, jangan bersikap bodoh. Apa bagusnya aku ini dibanding dia? Tak ada. Jadi tak perlu berlebihan cemburu kepada "hubungan masa lalu" kita. Bilang juga padanya kalau hubungan kita kemarin terjadi karena tidak sengaja. Iya kan? (:
Selamat malam.
(your)Nightmare
Kamis, 07 November 2013
and.. WELCOME BACK!
Halo, iya aku kembali.
Setelah seharian ini otak atik laptop dan memutar ingatan, akhirnya blog ini bisa dibuka lagi. Sudah lama sekali rasanya sejak postingan terakhir 14 mei 2013, sudah usang? tak apa, mari kita pembersihan.
Baiklah, aku akui kalau (mungkin) kembalinya aku ke laman ini karena sekarang sudah sulit mencari sosok untuk diajak berbagi mengenai cerita hidup setiap hari, iya sulit.. aku dalam masa krisis kepercayaan.
Sebelumnya sudah sering aku usaha percayakan untuk berbagi kisah kepada mereka yang terlihat meyakinkan untuk bisa dipercaya, ternyata gagal, mereka sama saja. BO-COR? ya..manusia
Cerita hari ini?
Darimana baiknya ini dimulai? dari sudut hati yang sedikit kecewa terjebak dalam delima "menikmati masa muda" atau "mempertahankan cinta kepada dia, sang kekasih yang sudah ada pemiliknya"? HAHAHA ah, tak baik memulai sesuatu dengan kegelisahan. Bagaimana dengan cerita memulai fase "sibuk skripsi" ala mahasiswa kedokteran yang akhir - akhir ini merasa menyesal dan sering terpikir "kenapa dulu ngotot banget mau jadi mahasiswa FK, bang?".
Oke, kita mulai dari bagian skripsi dulu..
first of all yang harus diingat adalah; "AKU PERCAYA SEUTUHNYA DENGAN KETENTUAN TUHAN" hanya saja kadang dalam prosesnya, (sebagai manusia biasa yang tipis imannya) aku sering protes dan bertanya "kenapa harus sesulit ini, tuhan?".
Pembimbing satu skripsi, dokter Paru terkenal dikota ini, lagaknya sangat menunjukkan kalau dia orang yang perfectionis, berwawasan global dan gaul? tapi.. agak sedikit arogan dan e-go seperti kebanyakan orang "besar" lainnya, tapi masih dalam konten wajar. Sudah tiga kali ini pertemuan hanya membahas judul dan metodologi penelitian yang tak kunjung usai, ribet, tapi sepertinya beliau juga tidak ada niatan untuk memudahkan. *menarik nafas panjaaang* Karakteristik penderita kanker paru? Sounds good? right? kedengarannya emang keren, sesuai dengan niatan awal yang aku sengajakan "biar penelitian ini terlihat berat, ma", tapi sekeranag menyesal.. kenapa gak PPOK? atau TB yang kasusnya sudah jelas banyak? aish.
Pembimbing kedua, bagian metodologi penelitian. Dokter senior yang tak perlu lagi diragukan jasa nya untuk dunia kedokteran di provinsi ini. Iya, beliau pernah menjadi ketua Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Puskesmas diberbagai wilayah, dosen dan guru besar dari banyak dokter hebat di sini. Jadi, saya beruntung? dibimbing oleh orang sekalibat beliau? iii-yaa..hehehe. Tipikal orang yang serius, tapi santai. Selalu ingin ditemui dikediaman pribadi dan wajib on time (kalau gak mau disempot kayak kejadian dua hari lalu; "kenapa kamu terlambat??! mau ganti pembimbing???!).
Udahan dulu bahas skripsi, males :(
Bahas suasana hati? .. kosong
mulai hari ini juga mau diniatkan, blog ini cuma mau diisi oleh tokoh "aku" dan segala sesuatu yang ada disisinya. it's not bout you anymore.. hehehe ((:
Setelah seharian ini otak atik laptop dan memutar ingatan, akhirnya blog ini bisa dibuka lagi. Sudah lama sekali rasanya sejak postingan terakhir 14 mei 2013, sudah usang? tak apa, mari kita pembersihan.
Baiklah, aku akui kalau (mungkin) kembalinya aku ke laman ini karena sekarang sudah sulit mencari sosok untuk diajak berbagi mengenai cerita hidup setiap hari, iya sulit.. aku dalam masa krisis kepercayaan.
Sebelumnya sudah sering aku usaha percayakan untuk berbagi kisah kepada mereka yang terlihat meyakinkan untuk bisa dipercaya, ternyata gagal, mereka sama saja. BO-COR? ya..manusia
Cerita hari ini?
Darimana baiknya ini dimulai? dari sudut hati yang sedikit kecewa terjebak dalam delima "menikmati masa muda" atau "mempertahankan cinta kepada dia, sang kekasih yang sudah ada pemiliknya"? HAHAHA ah, tak baik memulai sesuatu dengan kegelisahan. Bagaimana dengan cerita memulai fase "sibuk skripsi" ala mahasiswa kedokteran yang akhir - akhir ini merasa menyesal dan sering terpikir "kenapa dulu ngotot banget mau jadi mahasiswa FK, bang?".
Oke, kita mulai dari bagian skripsi dulu..
first of all yang harus diingat adalah; "AKU PERCAYA SEUTUHNYA DENGAN KETENTUAN TUHAN" hanya saja kadang dalam prosesnya, (sebagai manusia biasa yang tipis imannya) aku sering protes dan bertanya "kenapa harus sesulit ini, tuhan?".
Pembimbing satu skripsi, dokter Paru terkenal dikota ini, lagaknya sangat menunjukkan kalau dia orang yang perfectionis, berwawasan global dan gaul? tapi.. agak sedikit arogan dan e-go seperti kebanyakan orang "besar" lainnya, tapi masih dalam konten wajar. Sudah tiga kali ini pertemuan hanya membahas judul dan metodologi penelitian yang tak kunjung usai, ribet, tapi sepertinya beliau juga tidak ada niatan untuk memudahkan. *menarik nafas panjaaang* Karakteristik penderita kanker paru? Sounds good? right? kedengarannya emang keren, sesuai dengan niatan awal yang aku sengajakan "biar penelitian ini terlihat berat, ma", tapi sekeranag menyesal.. kenapa gak PPOK? atau TB yang kasusnya sudah jelas banyak? aish.
Pembimbing kedua, bagian metodologi penelitian. Dokter senior yang tak perlu lagi diragukan jasa nya untuk dunia kedokteran di provinsi ini. Iya, beliau pernah menjadi ketua Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Puskesmas diberbagai wilayah, dosen dan guru besar dari banyak dokter hebat di sini. Jadi, saya beruntung? dibimbing oleh orang sekalibat beliau? iii-yaa..hehehe. Tipikal orang yang serius, tapi santai. Selalu ingin ditemui dikediaman pribadi dan wajib on time (kalau gak mau disempot kayak kejadian dua hari lalu; "kenapa kamu terlambat??! mau ganti pembimbing???!).
Udahan dulu bahas skripsi, males :(
Bahas suasana hati? .. kosong
mulai hari ini juga mau diniatkan, blog ini cuma mau diisi oleh tokoh "aku" dan segala sesuatu yang ada disisinya. it's not bout you anymore.. hehehe ((:
Senin, 18 Maret 2013
one
hi, everyone - hello you!
Jambi, 19 maret 2013 (ruang ICT kampus)
ya, anggap saja ini blog kesekian yang saya ciptakan. selamat datang kembali ide segar, semoga tak cepat pudar. amin.
sebelum terlalu banyak membuang sampah di kotak pribadi ini, agar nanti tetap ingat tujuan "mengapa aku kembali menulis?" - ini:
1. mengosongkan otak dengan pikiran yang terlalu berat untuk ditampung sendiri
2. membersihkan hati dari perasaan "galau" yang terlalu membebani
3. mem"freeze"kan setiap momen manis antara aku-kamu--dia (iya, kenangan manis-nya saja. yang asam? asin ataupun pahit? tak usah, sayang)
cerita hari ini, hanya terjadi hari ini dan hanya satu kali.
bagaimana bisa untuk tidak kau (kita) nikmati? enjoy every moment in our incredible live, babe (:
Jambi, 19 maret 2013 (ruang ICT kampus)
ya, anggap saja ini blog kesekian yang saya ciptakan. selamat datang kembali ide segar, semoga tak cepat pudar. amin.
sebelum terlalu banyak membuang sampah di kotak pribadi ini, agar nanti tetap ingat tujuan "mengapa aku kembali menulis?" - ini:
1. mengosongkan otak dengan pikiran yang terlalu berat untuk ditampung sendiri
2. membersihkan hati dari perasaan "galau" yang terlalu membebani
3. mem"freeze"kan setiap momen manis antara aku-kamu--dia (iya, kenangan manis-nya saja. yang asam? asin ataupun pahit? tak usah, sayang)
cerita hari ini, hanya terjadi hari ini dan hanya satu kali.
bagaimana bisa untuk tidak kau (kita) nikmati? enjoy every moment in our incredible live, babe (:
Langganan:
Postingan (Atom)